Assalamu'alaikum warrahmatullah
Apa kabarmu wahai rindu, yang penuh keluh dan liku.
untukmu yang tiba tiba datang, memberi rasa lalu pergi, bukan tanpa alasan bukan pulang hilang bak sulap yang membuyarkan mata membuat decak kagum penonton.
kau pergi dengan kata, "Aku telah memilih dia, kuharap kau terima dan hidup bahagia dengan lelaki baik lainnya. Namun bukan aku pastinya."
Dengan senyumanmu yang sapai saat ini masih terbayang dalam benak, lubuk hati terdalamku, kau tunjukan foto itu. Huft sedih campur bahagia mendengarnya.
Sedih bukan karna bahagia kau akhirnya memilih pilihanmu, namun nyatanya apa yang aku takutkan, aku khawatirkan setengah mati terjadi juga. Tuhan tolong aku, hapuskan rasa ini yang terus menusuk sukma, ingin dapat tempat persinggahan terakhir.
Untukmu yang bahkan saat ini aku beri senyuman terindahku, untukmu yang kubahgikan ceriaku, dan untukmu yang tak henti hentinya kupanjatkan doa agar bisa bersamamu.
Bukankah semuanya tak ada yang sia sia? kuharap esok engkau mengerti.
Perasaan ini, cinta dalam diamku semoga kau mengerti. :)
Diamku bukan karna ku tak mau, namun hati ini sejatinya masih berharap pengertianmu, mencari cari sosokmu, kuharap kau tak keberatan mengubah alur nahkodamu, aku mengerti aku disini tak akan jadi badai perjalanmu, aku hanya berharap kasihmu melihatku dalam sisi yang lain. Bodoh memang, sudahlah bukankah orang bilang cinta itu tak kenal apapun? dan memandang apapun? tak menghiraukan apapun? Ya mungkin akulah salah satunya. dan kuharap ka penuh pengertian dalam mengerti itu :))
Baiklah, terakhir untukmu dalam surat ku untukmu.
Bisakah kita memulai lagi tanpa harus ada dia? HA HA HA HA
Untukmu yang kuharap dalam setiap doaku, mungkin :))))
Komentar
Posting Komentar