Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

JIKA JADI AKU

apa jadinya jika kau ada diposisiku?dengan sekuat tenaga memposisikan diri uttuk merasa pantas denganmu. apa jadinya jika kau ad adi posisiku? bertahun tahun menantinya namun tiba tiba kau datang memberi pengakuan, yg suatu saat bisa saja mengoyahkan. tak apa jika memang harus begitu, namun sejatinya aku juga wanita, walau dengan segala sikap tegasku dan sifat acuhku, hatiku tetap bertahan untuknya. dan untuk kamu, mungkinkah kau goyah dengan ujian kecil ini? aku menghormatimu, dan aku menghargainya. tapi tak bisakah kalian mencoba jadi aku? apa yang akan kau lakukan jika jadi aku? tak apa aku mengerti kamu, aku pun tak menyalahkan pengakuanmu. memang cinta itu masalah fitrah, kita tak tau kepada siapa hati ini jatuh, namun kita masih bisa memilih kan? baiklah sudah, jika aku jadi kau mungkin, aku hanya akan diam. berdoa kepada Tuhan. semoga lelakimu menjadi milikku. baiklah, kuakui dibalik sifat diamku, aku terusik, terus terbayang. tapi biarlah kupasrahkan saja. biarlah, ...

Kembali ke Halaman 1

Jika kita diberi satu kesempatan untuk memutar kembali waktu. Apa yang akan kau ubah? Jika aku diberi kesempatan untuk memutar kembali waktu, maka aku akan mengubah waktu dimana pertama kali aku tersenyum padamu. mungkin, jika saja aku tak tertarik hati untuk tersenyum padamu, jika saja kuhiraukan tatapan tajammu. apa semua akan tetap akan berakhir seperti ini? Maukah kau mencoba kembali ke peristiwa itu? melakukan nya sekali lagi untukku? Ayo, Kita kembali kehalaman 1 dimana cerita kita hanya sampai pada hari itu.. tak ada lagi pertemuan, tak ada perbincangan, tak ada saling tebar senyuman. dan bisakah kau tahan keinginanmu untuk menghubungiku? Aku ingat, ingat sekali awal kau datang menghubungiku, terasa manis. Sungguh manis untuk diingat. Apa kau juga ingat? saat kau bilang mengagumi senyumku? akupun sebenarnya menggagumi senyummu. senyummu yang ternyata sampai saat ini masih menggodaku untuk menggingatmu. Iya aku ingat, saat pertama kita bertemu untuk kedua kalinya, pe...