Langsung ke konten utama

Kebodohanku ...


Rinduuu
Angan terus berfikir bagaimana bisa aku berjalan menjauh dari sosokmu, padahal sampai detik ini pun harapan untuk memilikimu semakin tinggi.
Bayangkan saja dengan semua hal - hal yang tak mungkin ini, aku masih tetap bertahan menunggu, berharap kau menoleh ke arahku, memberikan lagi hal hal yang selalu kurindukan. Senyummu, wajah hangatmu, suaramu.
Hingga akhirnya kuberanikan diri menemui mu sekali lagi, tak mengubris hati yang pernah kau patahkan.
Lagi lagi karna kebodohanku.

Di pertemuan kita malam itu, angin berhembus cukup kencang, tidak cerah, tidak juga hujan.
Di pertemuan kita malam itu, Senyummu semakin menawan, menarik kedua sisi bibirku untuk tersenyum pula
Tapi sayangnya, ku fikir, Seyummu tetap juara.
Di pertemuan kita malam itu kutemukan lagi sisi lainmu, tingkahmu yang menurutku lucu, ya saat kau dengan gagahnya bilang ingin sesuatu yang pedas, tapi benar, senjata makan tuan itu ada.. Kau kepedasan, dengan porsi sebesar itu hahaha terimakasih kenangan, akan kunikmati sekali sekali.
Kita mengemas pertemuan dengan beberapa topik kosong, juga tentangmu yang tak lagi bersama dia. Sudahlah  nikmatilah waktumu, Raihlah mimpimu, Kejarlah ambisimu. bukankah hal - hal baik tak selalu berakhir baik bukan? Lagipula sudah ada aku disini. Ah aku berfikir seperti ini, lagi - lagi karna kebodohanku.

Di pertemuan kita malam itu, perpisahan menjadi satu hal yang aku harap tak terjadi, namun memang harus terjadi.
Bolehkah kita wujudkan pertemuan kita selanjutnya?
Pertemuan yang kan menjadi pertemuan-pertemuan selanjutnya.?
Dan ketika waktu belum memihak kepada (kita)
Biarkan saja terus ku pilin doa untukmu
Menyebutmu tanpa bosan kepada Tuhan?
untuk terus menjagamu, dan membuatmu baik-baik saja.?
Kau tau, “Pertemuan kita di malam itu menyisakan rindu, aku tahu, ini memang soal waktu. Maka aku akan dengan sabar menunggu untukmu datang hingga aku bisa kembali pulang”
Semoga esok atau lusa
Pertemuan itu kembali ada
Maafkan aku karna menahanmu pergi, semua lagi - lagi karna kebodohanku yang tak bisa berhenti mencintaimu :)))

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memulai Hari yang Baru

Pagi ini mentari tampaknya masih ragu untuk datang. atau mungkin dia masih malu karena ulahnya kemarin tak juga menemuiku, padahal aku telah memintanya datang di hari spesial itu. Hari itu sudah dipastikan akhirnya sang pujaan hati yg kunanti datang, menjemputku untuk kembali pulang.  Pulang pada hatinya, pelabuhan terakhir yang selalu kurindukan.  In shaa Allah, sah. 

JIKA JADI AKU

apa jadinya jika kau ada diposisiku?dengan sekuat tenaga memposisikan diri uttuk merasa pantas denganmu. apa jadinya jika kau ad adi posisiku? bertahun tahun menantinya namun tiba tiba kau datang memberi pengakuan, yg suatu saat bisa saja mengoyahkan. tak apa jika memang harus begitu, namun sejatinya aku juga wanita, walau dengan segala sikap tegasku dan sifat acuhku, hatiku tetap bertahan untuknya. dan untuk kamu, mungkinkah kau goyah dengan ujian kecil ini? aku menghormatimu, dan aku menghargainya. tapi tak bisakah kalian mencoba jadi aku? apa yang akan kau lakukan jika jadi aku? tak apa aku mengerti kamu, aku pun tak menyalahkan pengakuanmu. memang cinta itu masalah fitrah, kita tak tau kepada siapa hati ini jatuh, namun kita masih bisa memilih kan? baiklah sudah, jika aku jadi kau mungkin, aku hanya akan diam. berdoa kepada Tuhan. semoga lelakimu menjadi milikku. baiklah, kuakui dibalik sifat diamku, aku terusik, terus terbayang. tapi biarlah kupasrahkan saja. biarlah, ...