Kisah ini untuk keadaan sebulan yang laluuu
Semalam aku mimpi kamu, sudah tiga hari berturut turut kamu datang dalam mimpi. entah untuk apa tujuannya.
katanya jika kita mimpi tentang seseorang itu bisa karna dua sebab, Sebab pertama karena kita rindu, sebab kedua karena dia rindu. Ntahlah…
Mimpi, kata temanku ismi, mimpi hanya hiburan. yg datang hanya sekedar untuk menyapa, yang datang, hanya untuk melempar senyum dengan mulut tanpa melempar kata.
Dia, dalam mimpi saya hanya seperti itu. Datang, lewat, senyum lalu pergi, selamanya. Dalam mimpi, ingin menyapamu tapi dia pergi ketika mulut saya masih terkunci.
"Dan bagiku, mimpi itu hanya bunga tidur. dan mungkin bermimpi tentangmu itu hanya pengobat rindu ketika tak mampu bertemu." Mimpi, iya menyenangkan bertemu kamu dalam mimpi.
HARAPAN
“Pembual paruh waktu, pemimpi kelas kakap” ini kata Ikal tentang Arai di film Sang Pemimpi. Mungkin, menurut Ikal, mimpi adalah hal yang bisa diwujudkan. Membawa alam bawah sadar ke alam sadar. Sesuatu tak nyata menjadi nyata.
Tapi, bagi ku tetap, mimpi itu hanya bunga tidur. Mimpi, hanya mimpi, tidak lebih.
Kamu mau tahu dirimu aku tempatkan dimana? Bukan di sana di mimpi itu, tapi di sini di harapan ini.
Jika mimpi ada di alam bawah sadar, maka harapan ada di alam sadar. Nyata.
Di mimpi mungkin kamu hanya datang, lewat, senyum lalu pergi selamanya.
Di harapan aku berkhayal kamu datang, senyum, menyapa, berbincang, lalu tetap disini. Tidak pergi.
“Jangan berharap pada manusia” itu kata seorang teman.
Iya, aku tahu. Memang siapa yang berharap padamu? Memang siapa yang meminta padamu? Tidak ada.
Aku hanya berharap pada Tuhan kok, Aku hanya meminta pada Tuhan kok.
Kalau Tuhan tidak menjawab pintaku, dan Tuhan tidak memberikanmu padaku, mungkin Tuhan akan mengirimkan kamu yang lain, atau kamu yang lain, juga mungkin kamu yang lain…
Siapapun yang Tuhan kirimkan, aku berharap Tuhan kirimkan ‘kamu’ saja. Atau sebagian dari ‘kamu’ pun tidak apa. Semoga…
banyak mengmbil dari kisah orang yang ternyata sama dengan kisahku.
Semalam aku mimpi kamu, sudah tiga hari berturut turut kamu datang dalam mimpi. entah untuk apa tujuannya.
katanya jika kita mimpi tentang seseorang itu bisa karna dua sebab, Sebab pertama karena kita rindu, sebab kedua karena dia rindu. Ntahlah…
Mimpi, kata temanku ismi, mimpi hanya hiburan. yg datang hanya sekedar untuk menyapa, yang datang, hanya untuk melempar senyum dengan mulut tanpa melempar kata.
Dia, dalam mimpi saya hanya seperti itu. Datang, lewat, senyum lalu pergi, selamanya. Dalam mimpi, ingin menyapamu tapi dia pergi ketika mulut saya masih terkunci.
"Dan bagiku, mimpi itu hanya bunga tidur. dan mungkin bermimpi tentangmu itu hanya pengobat rindu ketika tak mampu bertemu." Mimpi, iya menyenangkan bertemu kamu dalam mimpi.
HARAPAN
“Pembual paruh waktu, pemimpi kelas kakap” ini kata Ikal tentang Arai di film Sang Pemimpi. Mungkin, menurut Ikal, mimpi adalah hal yang bisa diwujudkan. Membawa alam bawah sadar ke alam sadar. Sesuatu tak nyata menjadi nyata.
Tapi, bagi ku tetap, mimpi itu hanya bunga tidur. Mimpi, hanya mimpi, tidak lebih.
Kamu mau tahu dirimu aku tempatkan dimana? Bukan di sana di mimpi itu, tapi di sini di harapan ini.
Jika mimpi ada di alam bawah sadar, maka harapan ada di alam sadar. Nyata.
Di mimpi mungkin kamu hanya datang, lewat, senyum lalu pergi selamanya.
Di harapan aku berkhayal kamu datang, senyum, menyapa, berbincang, lalu tetap disini. Tidak pergi.
“Jangan berharap pada manusia” itu kata seorang teman.
Iya, aku tahu. Memang siapa yang berharap padamu? Memang siapa yang meminta padamu? Tidak ada.
Aku hanya berharap pada Tuhan kok, Aku hanya meminta pada Tuhan kok.
Kalau Tuhan tidak menjawab pintaku, dan Tuhan tidak memberikanmu padaku, mungkin Tuhan akan mengirimkan kamu yang lain, atau kamu yang lain, juga mungkin kamu yang lain…
Siapapun yang Tuhan kirimkan, aku berharap Tuhan kirimkan ‘kamu’ saja. Atau sebagian dari ‘kamu’ pun tidak apa. Semoga…
banyak mengmbil dari kisah orang yang ternyata sama dengan kisahku.
Komentar
Posting Komentar